18.000 warga SETEMPAT TERIMBAS BANJIR ACEH SINGKIL..

SINGKIL - Banjir yang sempat mengepung Singkil sejak tiga hari terakhir telah memunculkan berbagai persoalan terhadap tidak kurang 18.000 warga setempat. Laporan terbaru menyebutkan, sejak Sabtu kemarin genangan banjir mulai surut dan arus lalulintas dari dan ke Singkil (ibu kota Kabupaten Aceh Singkil) yang sempat lumpuh berangsur normal.
Sejak Sabtu (29/11) sore, kendaraan roda empat jenis tertentu mulai bisa melintas ke Singkil. Sebelumnya, selama hampir tiga hari arus transportasi dari dan ke ibu kota kabupaten terhenti akibat badan jalan di kawasan Pemuka dan Ujung Bawang terendam air setinggi lebih satu meter.
Camat Singkil, Dheny Oskandar mengatakan, hingga Sabtu sore kemarin pengguna sepeda motor masih harus menggunakan bantuan perahu atau becak dorong. Kalau dipaksa melintas, ketinggian air masih merendam mesin dan knalpot, terutama di kawasan Ujung Bawang. “Rumah penduduk juga masih terendam, tetapi sudah jauh surut dibanding sebelumnya,” kata Dheny.
Anggota Kodim 0109/Singkil, terlihat membagikan nasi bungkus kepada korban banjir di pelosok-pelosok, terutama yang rumah mereka jauh dari dapur umum yang didirikan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil. “Selain bagi nasi kepada korban banjir, kami membagikan bantuan baju layak pakai,” kata Dandim 0109/Singkil Letkol Arm Arif Sjaerozi.
Dari Aceh Barat dilaporkan, dua jembatan permanen yang putus dihantam banjir besar beberapa waktu lalu masih menggunakan jembatan darurat dari batang kelapa. Kedua jembatan tersebut masing-masing berlokasi di Alue Udeung, Kecamatan Arongan Lambalek dan Blang Luah, Kecamatan Woyla Barat.


18.000 Warga Singkil Terimbas Banjir

No comments: