
SERGAI - Hujan deras yang melanda hampir seluruh daerah di Kawasan Sei Rampah, Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara sejak Kamis 26 November 2015 kemarin membuat air Sungai Rampah yang melintasi areal tersebut meluap.
Akibatnya, puluhan rumah yang berada di Dusun III-Desa Sei Rampah dan Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah terendam air dengan ketinggian antara 40-100 sentimeter (cm). Kondisi ini memaksa warga harus tidur di atas genangan air. Mereka juga harus merelakan sejumlah perabot rumah tangga rusak terkena air.
"Mau beraktivitas juga susah. Anak-anak mau pergi sekolah terpaksa tidak mandi dan berjalan keluar dari rumah tanpa alas kaki. Kita juga harus mengawasi agar mereka tak terbawa arus," ujar Sulaiman (35) warga Desa Sei Rampah, Jumat (27/11/2015).
Selain menggenangi puluhan rumah warga, luapan Sungai Rampah juga merendam ratusan hektare lahan persawahan petani. Pemerintah pun diminta segera mencari solusi agar para petani tak sampai gagal panen.
"Kita memang sudah terbiasa menghadapi banjir setiap musim penghujan di akhir tahun datang. Tapi pemerintah harus membantu kami agar sawah kami tak gagal panen. Sehingga kami bisa tetap hidup setelah banjir surut. Perlu juga dipikirkan untuk jangka panjang bagaimana agar tidak banjir lagi, tapi air irigasi tetap ada," tandas Sulaiman yang juga seorang petani.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serdang Bedagai, Nina Deliana mengaku sudah menurunkan petugas untuk memantau banjir. Pihaknya juga sudah mempersiapkan sarana dan prasaran yang dibutuhkan untuk kebutuhan evakuasi termasuk jika ada warga yang harus mengungsi.
"Prioritas kita penanganan warga dulu. Soal penanganan jangka panjang tentunya kita sudah siapkan," tandasnya.

No comments:
Post a Comment